Bahayanya Berita Bohong (HOAX) bagi Seorang Muslim

Berita bohong, Hoax ataupun Fitnah dizaman sekarang sering ditemui dan sangatlah bahaya. Apalagi mungkin adanya suatu peristiwa atau kejadian maka seorang pendusta bisa membuat suatu peristiwa itu dengan dilebih-lebihkan agar viral dengan cara berboh

2018-02-011800.0 / 0

Perkiraan artikel ini membutuhkan Menit dengan membaca 1635 Kata.

Dizaman Now (sekarang) ini mudah untuk mendapatkan sesuatu berita. Anda tidak perlu membeli koran untuk membaca berita ataupun menunggu seseorang menyampaikan berita kecuali didaerah tersebut memang sulit. Tetapi di Zaman sekarang dengan adanya Televisi, Radio dan Internet semakin mudah mendapatkan suatu berita, baik itu berita bohong ataupun benar.

Bagi pengguna internet mungkin berita bohong sudah sering terjadi mungkin makanan sehari-hari (kedapatan berita bohong terus). Hal ini sangatlah mengganggu dan bisa membuat keonaran bagi Netizen. Apalagi anda seorang muslim/muslimah ada hukuman bagi membuat berita bohong dan share to share berita bohong. Walaupun berita ini hanya sekedar kata-kata tetapi keburukanya melebihi dari pembunuhan. Karena Fitnah itu lebih besar dari pembunhan sesuai dari Al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat 191:

Ayat yang membicarakan “fitnah lebih kejam dari pembunuhan” adalah,

وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوهُمْ وَأَخْرِجُوهُمْ مِنْ حَيْثُ أَخْرَجُوكُمْ وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ وَلَا تُقَاتِلُوهُمْ عِنْدَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ حَتَّى يُقَاتِلُوكُمْ فِيهِ فَإِنْ قَاتَلُوكُمْ فَاقْتُلُوهُمْ كَذَلِكَ جَزَاءُ الْكَافِرِينَ

“Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikanlah balasan bagi orang-orang kafir.” (QS. Al-Baqarah: 191)

Didalam Al-Qur'an, Allah sudah memberikan Tips (petunjuk) dan juga hukuman bagi pembuat berita bohong tersebut. Berikut adalah Tips dan Bahayanya Berita Bohong (HOAX) bagi Seorang Muslim:

1. TIPS: Teliti sebelum mempercayai ataupun membagikan berita tersebut

Ketika sesuatu berita datang kepada kita, sebaiknya periksa kebenaran berita tersebut apabila tidak ada Bukti maupun Sumber terpercaya. Apabila berita tidak ada Bukti dan Sumber yang jelas sudah dipastikan Statusnya Diragukan kebenaranya atau statusnya bisa menjadi HOAX.

Allah berfirman,

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِن جَآءَكُمْ فَاسِقُُ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَن تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَافَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu”. [QS. Al Hujurat : 6].

Baca juga artikel berikut:

Adapun semisal berita bohong (fitnah) terhadap diri anda yang dilontarkan seseorang maka mintalah kepada mereka Bukti dan Saksi atas berita yang mereka keluarkan. Apabila mereka tidak mendatangkan empat orang saksi (yang menyaksikan peristiwa) atas berita tersebut sudah dipastikan itu bohong.

Allah berfirman

لَوْلَا جَاءُوا عَلَيْهِ بِأَرْبَعَةِ شُهَدَاءَ ۚ فَإِذْ لَمْ يَأْتُوا بِالشُّهَدَاءِ فَأُولَٰئِكَ عِنْدَ اللَّهِ هُمُ الْكَاذِبُونَ

" Mengapa mereka (yang menuduh itu) tidak mendatangkan empat orang saksi atas berita bohong itu? Olah karena mereka tidak mendatangkan saksi-saksi maka mereka itulah pada sisi Allah orang-orang yang dusta. " [QS. An-Nur: 13]

Atau ketika datang berita Fitnah terhadap seseorang yang anda kenal maupun orang lain. Sebaiknya berprasangka baik terlebih dulu sebelum menerima berita tersebut:

Allah berfirman,

وَلَوْلَا إِذْ سَمِعْتُمُوهُ قُلْتُمْ مَا يَكُونُ لَنَا أَنْ نَتَكَلَّمَ بِهَٰذَا سُبْحَانَكَ هَٰذَا بُهْتَانٌ عَظِيمٌ

Dan mengapa kamu tidak berkata, diwaktu mendengar berita bohong itu: "Sekali-kali tidaklah pantas bagi kita memperkatakan ini, Maha Suci Engkau (Ya Tuhan kami), ini adalah dusta yang besar". [QS. An-Nur: 16]

 

 

2. Hukuman Azab Bagi Pembuat Berita Bohong

Pelaku kejahatan pastinya ada hukuman bagi mereka, kejahatan terhadap seseorang saja mendapatkan hukuman apalagi melibatkan banyak orang. Pelaku pembuat berita bohong hukumannya sangat berat dan Dosa besar. Mereka akan mendapatkan Azab yang besar dari Allah,

Allah berfirman,

إِنَّ الَّذِينَ جَاءُوا بِالْإِفْكِ عُصْبَةٌ مِنْكُمْ ۚ لَا تَحْسَبُوهُ شَرًّا لَكُمْ ۖ بَلْ هُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۚ لِكُلِّ امْرِئٍ مِنْهُمْ مَا اكْتَسَبَ مِنَ الْإِثْمِ ۚ وَالَّذِي تَوَلَّىٰ كِبْرَهُ مِنْهُمْ لَهُ عَذَابٌ عَظِيمٌ

"Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar. " [QS. An-Nur: 11]

(Dan siapa di antara mereka yang mengambil bagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu) maksudnya orang yang menjadi biang keladi dan berperan penting dalam penyiaran berita bohong maka (baginya azab yang besar) yakni neraka kelak di akhirat. (sumber tafsir: https://tafsirq.com/24-an-nur/ayat-11).

Tidak ada sedikitpun keuntungan bagi mereka yang pembuat berita bohong. Mereka akan mendapatkan kerugian di Dunia dan di Akhirat serta azab yang besar menanti mereka.

Allah berfirman

وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ لَمَسَّكُمْ فِي مَا أَفَضْتُمْ فِيهِ عَذَابٌ عَظِيمٌ

"Sekiranya tidak ada kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu semua di dunia dan di akhirat, niscaya kamu ditimpa azab yang besar, karena pembicaraan kamu tentang berita bohong itu. " [QS. An-Nur: 14]

Allah berfirman

إِنَّ الَّذِينَ يُحِبُّونَ أَنْ تَشِيعَ الْفَاحِشَةُ فِي الَّذِينَ آمَنُوا لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۚ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

"Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita bohong) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang, kamu tidak mengetahui. "  [QS. An-Nur: 19]

3. Informasi Bohong yang Mengada-adakan Perkara Dalam Agama

Adapun hukuman bagi pelaku pendusta/pembohong yang mengada adakan sesuatu perkara dalam Agama. Anda mungkin menemukan berita kebohongan dengan mengatas namakan Agama. Biasa informasi bohong tentang amalan yang tidak ada rujukan dari Hadits maupun Dalil ataupun Hukum yang haram dihalalkan dan Halal diharamkan.

Contoh:

Contoh informasi bohong
(Silahkan baca: [HOAX] “Malam Nanti Jam 3:25 Pagi Bulan Akan Mengelilingi Ka’bah”)

Seseorang yang membuat informasi Amalan tersebut (digambar atas) tidak memberikan rujukan atau sumber amalan tersebut. Dia tidak mencantumkan Ayat Al-Quran ataupun Hadits yang memerintahkan amalan tersebut.Sudah bisa dipastikan Informasi amalan tersebut tidak benar. Walaupun berita ini tidak terlalu merugikan orang tetapi ini adalah suatu kedustaan.

Allah berfirman,

قُلْ إِنَّمَا حَرَّمَ رَبِّيَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَالْإِثْمَ وَالْبَغْيَ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَأَنْ تُشْرِكُوا بِاللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَانًا وَأَنْ تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ

"Katakanlah: "Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak ataupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui". " [QS. Al-A’raf: 33]

Ibnul Qayyim menilai bahwa perkata-perkara haram dalam ayat di atas yang paling buruk dan paling besar dosanya adalah berkata yang mengada-ada tentang Allah tanpa ilmu. Sebab, syirik dan kekufuran tidak muncul kecuali dari kedustaan.

Allah berfirman,

وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَى عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ وَهُوَ يُدْعَى إِلَى الْإِسْلَامِ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

“Dan siapakah yang lebih lalim daripada orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah sedang dia diajak kepada agama Islam? Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Shaaf: 7)

Allah berfirman,

وَلَا تَقُولُوا لِمَا تَصِفُ أَلْسِنَتُكُمُ الْكَذِبَ هَذَا حَلَالٌ وَهَذَا حَرَامٌ لِتَفْتَرُوا عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ إِنَّ الَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ لَا يُفْلِحُونَ

“Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta "Ini halal dan ini haram", untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung.” (QS. Al-Nahl: 116)

Allah berfirman,

وَلَوْلَا إِذْ سَمِعْتُمُوهُ قُلْتُمْ مَا يَكُونُ لَنَا أَنْ نَتَكَلَّمَ بِهَٰذَا سُبْحَانَكَ هَٰذَا بُهْتَانٌ عَظِيمٌ

Dan mengapa kamu tidak berkata, diwaktu mendengar berita bohong itu: "Sekali-kali tidaklah pantas bagi kita memperkatakan ini, Maha Suci Engkau (Ya Tuhan kami), ini adalah dusta yang besar". [QS. An-Nur: 16]

Maka apabila kalian menemukan Informasi suatu amalan yang tidak ada Rujukan dari Al-Quran & Hadits ataupun tidak ada Ulama atau Ustadz mengatakan amalan tersebut sudah bisa dipastikan amalan tersebut Bohong/Dusta (Hoax). (Baca selengkapnya dari sumber: Ngerinya Siksa atas Pendusta; Wajah Disobek Dengan Besi Sampai Tengkuk)

4. Hukum Membagikan Berita Bohong dari Seorang Pendusta

Ketika seseorang membaca berita dan langsung mentah-mentah mempercayai tersebut tanpa menelitinya dan membagikan berita bohong tersebut maka dia sudah termasuk dari bahagian yang menyiarkan berita bohong (silahkan baca Surat An-Nur Ayat 11 diatas).

Hal ini jangan diangap remeh karena sudah membantu dalam perbuatan keji tersebut agar tersebar ke masyarakat apabila dia tidak menelitinya (silahkan baca QS. Al Hujurat : 6 diatas). Jadi jangan sampai menyesal telah membagikan suatu berita bohong tanpa meneliti kebenaranya karena mungkin akan mendapatkan Dosa atau Azab dari Allah.

Allah berfirman,

إِذْ تَلَقَّوْنَهُ بِأَلْسِنَتِكُمْ وَتَقُولُونَ بِأَفْوَاهِكُمْ مَا لَيْسَ لَكُمْ بِهِ عِلْمٌ وَتَحْسَبُونَهُ هَيِّنًا وَهُوَ عِنْدَ اللَّهِ عَظِيمٌ

" (Ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar. " [QS. An-Nur: 15]

Membagikan berita bohong ini bagaikan MLM.  Kenapa saya bilang seperti MLM? karena ada masuk dalam jaringan membagikan suatu berita bohong. Contoh pada gambar:

Dosa share berita Hoax

Ketika anda membagikan berita hoax dari pembuat berita tersebut dan anda membagikanya di halaman social media ataupun lewat mulut kemulut maka anda sudah masuk dalam jaringan tersebut. Kemudian ada orang yang liat berita hoax dari anda bagikan tadi dan dia bagikan lagi maka anda juga mendapatkan bahagian dari tersebut, sampai seterusnya hingga berita tidak dibagikan lagi atau dihapus oleh orang pertama membuatnya. Inilah yang dimaksud Jaringan Dosa atas membagikan Berita Bohong. Jadi apabila sebaliknya berita, Info atau Ilmu yang bermanfaat dan baik Insya Allah anda juga mendapatkan Pahala dari perbuatan tersebut. Allahu a’lam

Jadi jangan anggap remeh dalam hal ini. Tidak perlu sok Uptodate dan asal bagi suatu berita tanpa menelitinya.

Sekian dari Tips dan Bahayanya Berita Bohong (HOAX) bagi Seorang Muslim. Sebagai seornag muslim sebaiknya menjaga lisan, pendengaran dan penglihatan agar tidak termasuk orang yang binasa di antara para pemikul berita dusta. Semoga kita selalu di ampuni Allah atas ketidak sengajaan maupun disengaja atas perbuatan kita. Dan berlindung kepada Allah dari kehinaan. Dan semoga Allah memberikan taufik dan hidayahNya.

Demikianlah apabila ada salah dalam tulisan ini mohon ditegur, Terimakasih

Credit to:

hoax, berita, berita bohong

Punya Masalah

Silahkan tuangkan masalah ada disini

Buat Diskusi Forum Komentar dibawah
Back to Top