5 Penyakit Kronis yang Sering Terjadi

5 Penyakit kronis yang sering terjadi pada manusia. Banyak orang beranggapan bahwa masalah akut dan kronis merupakan suatu jenis penyakit. Pengertian sebenarnya tentang akut dan kronis ini adalah tentang durasi waktu perjalanan penyakit.

2018-02-069035.0 / 1

Perkiraan artikel ini membutuhkan Menit dengan membaca 1230 Kata.

Banyak orang beranggapan bahwa masalah akut dan kronis merupakan suatu jenis penyakit. Pengertian sebenarnya tentang akut dan kronis ini adalah tentang durasi waktu perjalanan penyakit. Lalu apakah perbedaan penyakit akut dan kronis? Penyakit akut adalah jenis penyakit yang muncul secara tiba-tiba atau mendadak. Sedangkan penyakit kronis merupakan penyakit yang muncul dalam waktu lama biasanya menahun dan pengobatannya membutuhkan waktu yang lama.

Penyakit kronis ini bisa menyerang segala jenis usia baik usia muda maupun lansia. Perkembangan dunia medis yang semakin canggih tidak berarti menurunkan terjadinya penyakit kronis ini. Gaya hidup dan perubahan lingkungan saat ini bisa memicu terjadinya penyakit-penyakit kronis ini. Apa saja penyakit kronis yang sering terjadi? Berikut adalah beberapa jenis penyakit kronis yang sering terjadi di masyarakat:

1. Osteoporosis

Osteoporosis adalah salah satu penyakit yang menyerang tulang dimana tulang akan mengalami gangguan sehingga kepadatan tulang menurun. Penyakit tulang yang memiliki sifat-sifat khas berupa massa tulang yang rendah, disertai mikro arsitektur tulang dan penurunan kualitas jaringan tulang yang dapat akhirnya menimbulkan kerapuhan tulang. Ada 3 macam jenis osteoporosis yakni osteoporosis tipe I (Primer) yang terjadi setelah menopause dan osteoporosis tipe II (sekunder) yang umumnya terjadi pada lansia akibat terganggunya produksi vitamin D dan penyakit berhubungan lainya seperti merokok, Kegagalan ginjal kronis, Kurang gerak, Kebiasaan minum alkohol dan lainya. Sedangkan yang ketiga adalah Osteoporosis pada anak disebut juvenile idiopathic osteoporosis.

Gejala
Kepadatan tulang berkurang secara perlahan (terutama pada penderita osteoporosis senilis), sehingga pada awalnya osteoporosis tidak menimbulkan gejala. Beberapa penderita tidak memiliki gejala. Jika kepadatan tulang sangat berkurang sehingga tulang menjadi kolaps atau hancur, maka akan timbul nyeri tulang dan kelainan bentuk.

2. Stroke

Stroke ialah suatu kejadian rusaknya disebagian otak. Ini terjadi jika pembuluh darah arteri yang mengalirkan darah ke otak tersumbat, atau bocor atau jika robek. Stroke tidak hanya dialami oleh para lansia akan tetapi stroke bisa terjadi di usia muda. Kebiasaan merokok menjadi munculnya penyakit ini. Apabila anda ingin menghindari munculnya penyakit ini, hindari kebiasaan merokok, makan berlemak dan mengandung garam berlebih serta tingkatkan konsumsi ikan yang banyak mengandung asam lemak omega 3. Asam lemak omega 3 ini baik untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah

Faktor-faktor yang menjadi meningkatkannya risiko stroke adalah: usia, tekanan darah tinggi, diabetes, merokok, kolesterol tinggi, atrial fibrillation, stroke sebelumnya, migraine dengan aura, dan thrombophilia (cenderung thrombosis). Dari sekian faktor-faktor tersebut yang paling mudah dikendalikan adalah tekanan darah tinggi dan merokok. 80 persen stroke dapat dihindari dengan pengelolaan faktor-faktor risiko.

 Stroke adalah penyebab ketiga terbesar kematian dan yang pertama dalam menyebabkan kecacatan pada dewasa di Amerika Serikat dan Eropa.

3. Hipertensi

Hipertensi atau Tekanan darah tinggi adalah suatu kondisi tekanan darah sistole sama atau bahkan lebih tinggi dari 140 mmHg dan tekanan diastole lebih tinggi dari 90 mmHg. Hal ini terjadi karena semakin bertambahnya usia, pembuluh darah arteri akan menurun tingkat elastisitasnya.

Hipertensi dibagi menjadi 2 macam yaitu hipertensi primer (esensial) dan hipertensi sekunder. Antara 90–95% kasus tergolong "hipertensi primer", yang berarti tekanan darah tinggi tanpa penyebab medis yang jelas. Kondisi lain yang mempengaruhi ginjal, arteri, jantung, atau sistem endokrin menyebabkan 5-10% kasus lainnya (hipertensi sekunder).

Hipertensi merupakan faktor risiko utama untuk:

  • Stroke,
  • Infark miokard (serangan jantung),
  • Gagal jantung,
  • Aneurisma arteri (misalnya aneurisma aorta),
  • Penyakit arteri perifer,
  • dan penyebab penyakit ginjal kronik.

Gejala
Hipertensi jarang memperlihatkan gejala, dan pengenalan pada umumnya melalui skrining, atau saat mencari penanganan medis untuk masalah kesehatan yang tidak berkaitan. Beberapa orang dengan tekanan darah tinggi melaporkan sakit kepala (terutama di bagian belakang kepala dan pada pagi hari), serta pusing, tinitus (dengung atau desis di dalam telinga), gangguan penglihatan, vertigo atau pingsan.

Ketika pemeriksaan fisik, hipertensi dapat juga dicurigai ketika terdeteksi adanya retinopati hipertensi pada pemeriksaan fundus optik di belakang mata dengan menggunakan oftalmoskop. Umumnya berat pada perubahan retinopati hipertensi dibagi atas tingkat I-IV, Meskipun jenis yang lebih ringan mungkin sulit dibedakan antara satu dan lainnya. Hasil oftalmoskopi juga dapat memberitahukan petunjuk berapa lama seseorang telah merasakan hipertensi.

Penyebab
Hampir semua masyarakat kontemporer, tekanan darah meningkat seiring penuaan dan risiko untuk menjadi hipertensi di kemudian hari cukup tinggi. Hipertensi diakibatkan oleh interaksi gen yang kompleks dan faktor lingkungan.

4. Diabetes Melitus

Penyakit ini merupakan suatu keadaan dimana kadar gula darah sewaktu sama atau diatas 200 mg/dl dan kadar gula darah saat puasa diatas 126 mg/dl. Ciri seseorang telah terjangkit penyakit diabetes melitus antara lain mudah haus, mudah lapar dan sering kencing tengah malam. Beberapa hal yang dapat memicu penyakit ini antara lain pola makan yang jelek, jarang olahraga, obisitas dan lain-lain.

Diabetes melitus, juga dikenal dengan istilah penyakit kencing manis suatu kelainan metabolik yang disebabkan oleh banyak faktor seperti kurangnya insulin atau ketidakmampuan tubuh untuk menggunakan insulin (Insulin resistance), dengan simtoma berupa hiperglikemia kronis dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein, sebagai akibat dari:

  • Defisiensi sekresi hormon insulin, aktivitas insulin, atau keduanya.
  • Defisiensi transporter glukosa.
  • atau keduanya.

Glukosa adalah bukan gula biasa yang umum tersedia di pasar atau toko (warung). Glukosa ialah karbohidrat alamiah yang digunakan tubuh sebagai sumber energi. Yang sering dijual adalah sukrosa dan ini sungguh berbeda dengan glukosa. Konsentrasiyang  tinggi dari glukosa dapat ditemukan pada minuman ringan (soft drink) dan buah-buah tertentu. Kadar gula darah cuma menyiratkan kadar glukosa darah dan tidak menyatakan kadar fruktosa, sukrosa, maltosa dan laktosa (banyak pada susu). Yang bukan glukosa bakal diubah sebagian menjadi glukosa melewati proses yang bisa panjang tergantung jenisnya, karenanya mungkin tidak cepat menaikkan kadar gula darah. Buah selain memiliki glukosa juga memiliki fruktosa dengan komposisi yang berbeda-beda tergantung buahnya. Sukrosa termasuk cepat berubah menjadi glukosa, tetapi gula batu karena proses pembuatannya berbeda lebih baik dari gula pasir, Sementara Gula Aren dan Gula Jawa jauh lebih baik untuk Penderita Diabetes.

5. Kanker

Penyakit ini adalah suatu kondisi dimana struktur dan fungsi sel mengalami perubahan bahkan bisa merusak sel yang masih sehat. kanker suatu penyakit yang ditandai dengan kelainan siklus sel khusus (khas) yang membuat kemampuan sel untuk:

  • Tumbuh dengan tidak terkendali (pembelahan sel melampaui batas normal)
  • Menyerang pada jaringan biologis didekatnya.
  • Berpindah tempat (bermigrasi) ke jaringan tubuh yang melewati sirkulasi darah atau sistem limfatik, disebut metastasis.

Tiga sifat ganas inilah yang membendakan kanker dari tumor jinak. Sebagian besar kanker membentuk tumor, tetapi ada sebagian tidak, seperti leukemia. Cabang Ilmu kedokteran yang berhubungan dengan studi, diagnosis, perawatan, dan pencegahan kanker disebut onkologi.

Penggolongan Kanker
Pada biasanya, kanker dirujuk berdasarkan jenis sel atau organ tempat terjadinya. Contoh, kanker yang terdapat pada usus besar dirujuk sebagai kanker usus besar, sedangkan kanker yang terjadi pada sel basal (Sel basal adalah sel-sel yang ditemukan di lapisan luar kulit) dari kulit dirujuk sebagai karsinoma sel basal. Klasifikasi kanker kemudian dilakukan pada kategori yang lebih umum, misalnya:

  • Karsinoma, merupakan kanker yang terjadi pada jaringan epitel, seperti kulit atau jaringan yang menyelubungi organ tubuh, misalnya organ pada sistem pencernaan atau kelenjar. Contoh meliputi kanker kulit, karsinoma serviks, karsinoma anal, kanker esofageal, karsinoma hepatoselular, kanker laringeal, hipernefroma, kanker lambung, kanker testiskular dan kanker tiroid.
  • Sarkoma, merupakan kanker yang terjadi pada tulang seperti osteosarkoma, tulang rawan seperti kondrosarkoma, jaringan otot seperti rabdomiosarcoma, jaringan adiposa, pembuluh darah dan jaringan penghantar atau pendukung lainnya.
  • Leukemia, merupakan kanker yang terjadi akibat tidak matangnya sel darah yang berkembang di dalam sumsum tulang dan memiliki kecenderungan untuk berakumulasi di dalam sirkulasi darah.
  • Limfoma, merupakan kanker yang timbul dari nodus limfa dan jaringan dalam sistem kekebalan tubuh

Setelah mengetahui 5 penyakit kronis yang sering terjadi diatas, sebaiknya anda lebih peduli terhadap kesehatan. Lebih baik mencegah daripada mengobati jadi ayo mulai sekarang komitmen pada diri sendiri untuk hidup sehat. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan anda.

kronis, kanker, diabetes, hipertensi, osteoporosis, Stroke

Punya Masalah

Silahkan tuangkan masalah ada disini

Buat Diskusi Forum Komentar dibawah
Back to Top