5 Penyakit Turunan dari ayah ke anak

2018-02-073800.0 / 0

Perkiraan artikel ini membutuhkan Menit dengan membaca 1057 Kata.

Para orang tua biasanya memiliki khawatir terhadap anak keturunanya apabila dia memiliki penyakit yang sama dengan orang tuanya. Kita sudah banyak sekali mengenal tentang penyakit yang disebabkan oleh keturunan dengan istilah penyakit warisan. Ini artinya adapah penyakit tersebut diwariskan secara turun temurun pada keturunannya kelak.

Riwayat kesehatan keluarga memang sangat berperan penting dalam kelanjutan suatu penyakit dari generasi  ke generasi selanjutnya. Misalnya dalam keluarga ada beberapa yang menderita penyakit Diabetes, maka kemungkinan besar pada keturunan selanjutnya akan ada anggota keluarga yang menderita penyakit yang sama.

Banyak sekali para peneliti dan ilmuwan yang mampu mengidentifikasi gen yang dapat meningkatkan penyakit  jenis yang paling dominan adalah paranson sera fibrotis kistik yang merupakan suatu kondisi yang fatal yang lebih ditimbulkan oleh mutasi genetik.

Derikut ini kita akan membahas dan memberikan informasi mengenai berbagai macam jenis penyakit yang kemungkinan dapat diturunkan kepada keturunannya dengan riwayat kesehatan yang dimiliki oleh anggota keluarganya :

Hemofilia

Penyakit ini adalah salah satu penyakit turunan akibat dari kekurangan faktor pembeku darah 8 atau darah 9. Perinta pembekuan darah ini terdapat di kromosom X sehingga penderita penyakit Hemofilia ini kebanyakan dari jenis kelamin Laki – Laki. Penyakit ini sangat susah untuk dicegah karena setiap anak mengandung satu Kromosom seks dari ibu dan satu lagi dari ayah. Penyakit ini akan muncul walaupun keturunan tersebut masih anak – anak.

Hemofilia ialah salah satu penyakit genetik tertua yang pernah dicatat. Kelainan perdarahan yang diturunkan pada seorang laki-laki tercatat dalam berkas Talmud pada Abad Kedua. Sejarah modern dari hemofilia dimulai pada tahun 1803 oleh John Otto yang menjelaskan adanya anak yang menderita hemofilia. Pada tahun 1820, untuk pertama kalinya melakukan ulasan mengenai hemofilia oleh Nasse. Pembuktian adanya kecacatan pada proses pembekuan darah pada hemofilia dilakukan oleh Wright pada tahun 1893. Namun, faktor VIII (FVIII) belum teridentifikasi hingga tahun 1937 ketika Patek dan Taylor berhasil mengisolasi faktor pembekuan dari darah, yang saat itu disebut sebagai faktor antihemofilia (AHF).

TERAPI

Terapi akibat perdarahan akut ialah pemberian F VIII. Kini sudah ada F VIII yang dapat memberikan secara intra vena, serta apabila tidak mempunyai F VIII maka bisa diberikan kriopresipitat (plasma yang didinginkan) atau diberi transfusi darah segar.
Kemudian hindari obat-obatan yang bisa mengganggu fungsi trombosit seperti ibuprofen dan aspirin.
 

Buta Warna

Penyakit buta warna adalah salah satu masalah pengelihatan karena ketidakmampuan melihat perbedaan antara beberapa macam warna. Penyakit ini diwariskan dari genetik kromosom X. Sebagian besar dari penyakit ini adalah faktor Gen. Kondisi ini bisa muncul saat masih kecil maupun sudah beranjak dewasa.

Jadi Buta Warna merupakan suatu kelainan yang disebabkan ketidakmampuan pada sel-sel kerucut mata untuk menangkap suatu spektrum warna tertentu hal ini disebabkan oleh faktor genetis.

Buta warna merupakan kelainan genetika yang diturunkan oleh orang tua kepada anaknya, kelainan juga disebut sebagai sex linked, karena kelainan ini dibawa oleh kromosom X dengan kata lain kromosom Y tidak membawa faktor buta warna. Hal inilah yang dapat membedakan antara penderita buta warna pada perempuan dan laki-laki. Perempuan memiliki istilah 'pembawa sifat', hal ini memperlihatkan ada satu kromosom X yang mengantar sifat buta warna. Perempuan bersama pembawa sifat, secara fisik tidak mengalami kelainan buta warna seperti halnya wanita normal pada umumnya, tetapi seorang wanita dengan pembawa sifat berpotensi mengurangi faktor buta warna kepada anaknya kelak. Jika pada kedua kromosom X mengandung faktor buta warna maka seorang wanita tersebut menderita buta warna.

Buta warna dapat digolongkan menjadi 3 jenis yaitu trikromasi, dikromasi, dan monokromasi:

  • Trikomasi: adalah perubahan sensitifitas warna dari satu jenis atau lebih sel kerucut. Jenis buta warna satu ini paling sering dialami dibandingkan jenis buta warna lainnya.
    • Protanomali: merupakan kelemahan warna merah.
    • Deuteranomali: kelemahan warna hijau.
    • Tritanomali: kelemahan warna biru.
  • Dikromasi: merupakan tidak adanya satu dari 3 jenis sel kerucut, tediri dari:
    • Protanopia: tidak adanya sel kerucut yang peka untuk warna merah sehingga menjadi kecerahan warna merah dan perpaduannya berkurang.
    • Deuteranopia: tidak adanya sel kerucut yang peka untuk warna hijau.
    • Tritanopia: tidak adanya sel kerucut yang peka untuk warna biru.
  • Monokromasi: Ditandai dengan berkurangnya atau hilangnya semua penglihatan warna, jadi yang terlihat hanya putih dan hitam pada jenis tipikal dan sedikit warna pada jenis atipikal. Jenis buta warna ini prevalensinya sangat jarang.

Untuk mengetahui memiliki buta warna dapat dilakukan dengan tes Ishihara yang mempergunakan lingkaran-lingkaran berwarna yang dibikin dengan tulisan tertentu yang hanya dapat dilihat atau tidak dapat dilihat oleh penderita buta warna.

Diabetes

Diabetes atau penyakit kencing manis ini memiliki hubungan yang sangat kuat dengan keturunan. Penyakit ini ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi akibat insulin dalam tubuh tidak dapat bekerja secara maksimal. Seseorang yang terjangkit penyakit ini diperoleh dari orang tua.

Diabetes diturunkan terutama apabila kedua orang tuanya memiliki penderita diabetes berat, Meskipun demikian munculnya Diabetes melitus tipe 2 lebih dipengaruhi oleh Gaya Hidup yang buruk. Bahkan pada pasangan yang salah satunya adalah penderita Diabetes Melitus tipe 2, maka pasangannya yang sebelumnya tidak menderita Diabetes melitus tipe 2 pada akhirnya 26 persen dapat juga mengidapnya (Terjangkit), karena mengikuti atau terpengaruh oleh Gaya Hidup pasangannya. Lelaki biasanya telat terdeteksi menderita penyakit ini, sebab Anak lelaki jarang mendapatkan Pemeriksaan Laboratorum Klinik, sedangkan wanita biasanya pada saat hamil mungkin memeriksakan dirinya ke Dokter dan juga Laboratorium Klinik.

Asma

Asma ialah merupakan peradangan kronis yang umum terjadi pada saluran napas yang ditandai dengan gejala yang bervariasi dan berulang, penyumbatan saluran napas yang bersifat reversibel, dan spasme bronkus. Gejala umum meliputi mengi, batuk, dada terasa berat, dan sesak napas.

Penyakit gangguan pernafasan ini ialah salah satu penyakit turunan. Asma juga dipicu oleh adanya suatu alergen disekitar lingkungannya. Asma pada mulanya diperkirakan disebabkan oleh gabungan faktor lingkungan dan genetika. Diagnosis umumnya didasarkan atas pola gejala, respons terhadap terapi pada kurun waktu tertentu, dan spirometri. Asma diklasifikasikan secara klinis berdasarkan seberapa sering gejala muncul, volume ekspirasi paksa dalam satu detik (FEV1), dan puncak laju aliran ekspirasi. Asma juga dapat pula dibagi sebagai atopik (ekstrinsik) atau non-atopik (intrinsik) dimana atopi dikaitkan bersama predisposisi perkembangan reaksi hipersensitivitas tipe 1.

Albino

Penyakit ini adalah salah satu penyakit keturunan yang disebabkan oleh penderita tersebut mengandung gen albino dari sang ayah dan ibunya. Kebanyakan orang dengan albino lahir dari orang tua yang memiliki gangguan dalam hal produksi melanin, namun pada orang yang carrier tidak akan menunjukkan tanda memiliki gen albino. Jika orang tua hanya sebagai carrier atau memiliki gen albino, maka disarankan untuk tidak menikah dengan orang yang memiliki albino.

Cara untuk mencegah penyakit diatas ialah anda untuk rutin mengecek kesehatan anda secara rutin. Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda yang membacanya.

diabetes, turunan, Anak, orang tua, asma, albino

Punya Masalah

Silahkan tuangkan masalah ada disini

Buat Diskusi Forum Komentar dibawah
Back to Top