Informasi

Kesehatan

Apa itu E Kode (E-numbers) ? Kode Nomor pada Produk Makanan

Masyarakat yang salah persepsi terhadap E-numbers (E-codes). Pada umumnya mereka mengira bahwa E-numbers ini adalah ‘kode-kode rahasia’ kandungan lemak babi. Salah persepsi ini bermula dari beredarnya HOAX (berita bohong di internet) yang menyebutkan bahwa E-numbers yang tertulis pada kemasan produk makanan itu adalah kode rahasia bahan baku pangan yang mengandung lemak babi.

Mari mengenal apa itu E-Number agar tidak salah persepsi lagi ada baiknya belejar sebelum memakan berita-berita kedepanya.

E-numbers (huruf E kapital yang diikuti 3 angka) adalah hanyalah kode biasa yang digunakan untuk memudahkan identifikasi bahan baku (ingredients) pada kemasan produk makanan. E-numbers ditambahkan pada produk olahan pangan untuk memberikan pengaruh atau efek tertentu pada produk. Bahan-bahan tersebut dapat berupa bahan pemanis, bahan pengasam, bahan pengawet, bahan penstabil, bahan pengemulsi, bahan pewarna, maupun senyawa antioksidan. Bahan tambahan pangan (BTP) ini ada yang dibuat dari bahan organik (produk nabati atau hewani) dan ada pula yang dibuat dari bahan anorganik (campuran bahan kimia fabrikan). Oleh karena itu, status kehalalan E-numbers tergantung dari asal bahan baku yang dipakai.

Berikut adalah Daftar E-Number atau E-Kode pada Produk kemasan makanan:

Link Cepat untuk menelusuri sesuai dari Bahan atau Search dengan menekan (Ctrl+F) untuk Web Dekstop dan masukan Kode yang ingin dicari.

BAHAN PEWARNA (COLORINGS):

  • E100 = pewarna kuning oranye yang dibuat dari kurkumin atau tepung kunyit.
  • E101 = pewarna kuning riboflavin (vitamin B2).
  • E102 = pewarna kuning oranye sintetis (Tartrazine)
  • E103 = pewarna kuning Quinoline yellow
  • E110 = pewarna kuning Sunset yellow FCF/orange yellow S
  • E120 = pewarna merah Cochineal (asam karminat)
  • E122 = pewarna merah Carmoisine/azorubine
  • E123 = pewarna merah keunguan Amaranth
  • E124 = pewarna merah sintetis Ponceau 4R/cochineal red A
  • E127 = pewarna merah Erythrosine BS
  • E131 = pewarna biru sintetis Patent blue V
  • E132 = pewarna biru indigo Carmine (idigotine)
  • E140 = pewarna hijau yang berasal dari zat hijau daun (Chlorophyll)
  • E141 = pewarna hijau dari senyawa komplek Copper dari klorofil
  • E142 = pewarna hijau sintetis Green S (acid brilliant green BS)
  • E150 = pewarna cokelat Caramel (E-150a-d)
  • E151 = pewarna hitam sintetis Black PN (brilliant black BN)
  • E153 = pewarna hitam alami karbon hitam (murni dari arang kayu tanaman; charcoal)
  • E160a = pewarna kuning oranye alami alpha, beta, gamma-karotene (dari tanaman, seperti jagung, wortel, dll)
  • E160b = pewarna merah alami annatto, bixin, norbixin (dari tanaman)
  • E160c = pewarna merah alami capsanthin/capsorbin (dari tanaman lombok)
  • E160d = pewarna merah alami lycopene (dari tanaman tomat)
  • E160e = pewarna merah alami beta-apo-8-carotenal (dari tanaman)
  • E160f = pewarna merah (ethylester of beta-apo-8-cartonoic acid)
  • E161a = pewarna kuning alami flavoxanthin
  • E161b = pewarna kuning oranye alami lutein (dari bunga marigold)
  • E161c = pewarna kuning alami cryptoxanthin (dari buah-buahan)
  • E161d = pewarna kuning alami rubixanthin (dari tanaman)
  • E161e = pewarna hijau alami violaxanthin (dari tanaman, seperti buncis, dll.)
  • E161f = pewarna rhodoxanthin
  • E161g = pewarna merah alami canthaxanthin (haram jika dibuat dari retinal hewan)
  • E162 = pewarna merah alami beetroot red/betanin (dari umbi tanaman beet)
  • E163 = pewarna merah ungu anthocyanins
  • E170 = pewarna putih alami calcium carbonate (dari kapur tambang; chalk)
  • E171 = pewarna putih sintetis titanium dioxide (TiO2)
  • E172 = pewarna sintetis iron oxides dan hydroxides
  • E173 = pewarna sintetis aluminium
  • E174 = pewarna sintetis perak (silver)
  • E175 = pewarna sintetis emas (gold)
  • E180 = pewarna sintetis rubine/lithol rubine BK

Keterangan:

E101 status Hukumnya Syubhat, halal jika 100% berasal dari produk nabati dan haram jika berasal dari hati atau ginjal babi atau hewan halal yang tidak disembelih secara syar’i).
E120 status Hukumnya Halal, Tetapi ulama-ulama dari Inggris dan Afrika Selatan mengharamkannya karena pewarna merah ini dibuat dari serangga. (Baca: Hukum Fiqih Mengonsumsi Serangga)
E160a-E160e status Hukumnya syubhat, haram jika ditambahi gelatin non-halal.

BAHAN PENGAWET (PRESERVATIVES):

  • E200 = ascorbic acid; asam askorbat (vitamin C)
  • E201 = sodium sorbate
  • E202 = potassium sorbate
  • E203 = calcium sorbate
  • E210 = benzoic acid; asam benzoat
  • E211 = sodium benzoate
  • E212 = potassium benzoate
  • E213 = calcium benzoate
  • E214 = ethyl 4-hydroxybenzoate
  • E215 = ethyl 4-hydroxybenzoate, sodium salt
  • E216 = propyl 4-hydroxybenzoate
  • E217 = propyl 4-hydroxybenzoate, sodium salt
  • E218 = methyl 4-hydroxybenzoate
  • E219 = methyl 4-hydroxybenzoate, sodium salt
  • E220 = sulphur dioxide
  • E221 = sodium sulphite
  • E222 = sodium hydrogen sulphite
  • E223 = sodium metabisulphite
  • E224 = potassium metabisulphite
  • E226 = calcium sulphite
  • E227 = calcium hydrogen sulphite
  • E230 = biphenyl/diphenyl
  • E231 = 2-hydroxybiphenyl
  • E232 = sodium biphenyl-2-yl oxide
  • E233 = 2-(thiazol-4-yl) benzimidazole
  • E239 = hexamine
  • E249 = potassium nitrate
  • E250 = sodium nitrate
  • E251 = sodium nitrate
  • E252 = potassium nitrate (saltpetre)

Keterangan:
Bahan-bahan pengawet ini halal jika tidak dicampuri bahan-bahan dari turunan ethanol (ethyl alcohol).
 

BAHAN PENGASAM (ACIDIFIERS):

  • E260 = acetic acid (asam asetat)
  • E261 = potassium acetate
  • E262 = potassium hydrogen di-acetate
  • E263 = calcium acetate
  • E270 = lactic acid (asam laktat)

Keterangan:
Insya Allah semua bahan pengasam E260-E270 halal dipakai.

BAHAN PENGAWET (ASAM):

  • E280 = propionic acid (asam propionat)
  • E281 = sodium propionate
  • E282 = calcium propionate
  • E283 = potassium propionate

Keterangan:
Insya Allah semua bahan pengawet dari asam organic E280-E283 halal dipakai.

E290 = karbon dioksida. Halal dipakai.
 

SENYAWA ANTIOKSIDAN (ANTIOXIDANT):

  • E300 = antioksidan l-ascorbic acid (antioksidan asam askorbat; vitamin C)
  • E301 = antioksidan sodium-l-ascorbate (antioksidan vitamin C)
  • E302 = antioksidan calcium-l-ascorbate (antioksidan vitamin C)
  • E304 = antioksidan ascorbyl palmitate (antioksidan vitamin C)
  • E306 = antioksidan alami yang kaya akan senyawa tocopherols (antioksidan vitamin E)
  • E307 = antioksidan sintetis alpha-tocopherol (antioksidan sintetis vitamin E)
  • E308 = antioksidan sintetis gamma-tocopherol (antioksidan sintetis vitamin E)
  • E309 = antioksidan sintetis delta-tocopherol (antioksidan sintetis vitamin E)
  • E310 = antioksidan sintetis propyl gallate
  • E311 = antioksidan octyl gallate
  • E312 = antioksidan dodecyl gallate
  • E320 = antioksidan butylated hydroxyanisole (BHA)
  • E321 = antioksidan butylated hydroxytoluene (BHT)

Keterangan:

E320 (BHA) dan E321 (BHT) ini statusnya syubhat. BHA sendiri adalah senyawa kimia murni, statusnya halal. Namun, dalam skala industry terkadang pembuatan BHA dan BHT melibatkan karier lemak. Maka statusnya tergantung status kehalalan lemak yang dipakai. Jika ia menggunakan karier lemak nabati maka ia halal. Namun, kalau menggunakan lemak hewan haram atau lemak hewan halal yang tidak disembelih secara syar’i, maka statusnya haram.
 

ANEKA SENYAWA GARAM TURUNAN ASAM:

  • E325 = sodium lactate
  • E326 = potassium lactate
  • E327 = calcium lactate

Keterangan: (E325-E327 adalah aneka senyawa garam dari asam laktat. Insya Allah semua statusnya halal)

  • E330 = citric acid
  • E331 = sodium citrates
  • E332 = potassium citrates
  • E333 = calcium citrates

Keterangan: (E330-E333 adalah aneka senyawa garam dari asam sitrat. Insya Allah semua statusnya halal)

  • E334 = tartaric acid
  • E335 = sodium tartarate
  • E336 = potassium tartarate (cream of tartar)
  • E337 = potassium sodium tartarate

Keterangan: (E334-E337 adalah aneka senyawa garam dari asam tartarat. Statusnya syubhat, halal jika tidak dibuat dari hasil samping pembuatan minuman keras)

  • E338 = orthophosphoric acid
  • E339 = sodium phosphates
  • E340 = potassium phosphates
  • E341 = calcium phosphates

Keterangan: (E338-E341 adalah aneka senyawa garam dari asam fosforat. Insya Allah semua statusnya halal)
 

BAHAN PENGEMULSI (EMULSIFIER) DAN PENSTABIL (STABILIZER):

  • E322 = lecithin (lesitin)

Keterangan: Bahan pengemulsi ini statusnya syubhat, halal jika dibuat dari kedelai atau kuning telur, dan haram jika dibuat dari lemak babi atau lemak  hewan halal yang tidak disembelih secara syar’i.

  • E400 = alginic acid
  • E401 = sodium alginate
  • E402 = potassium alginate
  • E403 = ammonium alginate
  • E404 = calcium alginate
  • E405 = propane-1, 2-diol alginate

Keterangan: (E400-E405 adalah aneka senyawa alginate. Insya Allah semua statusnya halal)

  • E406 = agar
  • E407 = carrageenan
  • E410 = locust bean gum (carob gum)
  • E412 = guar gum
  • E413 = tragacanth
  • E414 = gum acacia (gum arab)
  • E415 = xanthan gum

Keterangan: (E406, E407, E410, E412, E413, E414, E415 adalah bahan pengemulsi/pengawet yang berasal dari gum tanaman; statusnya halal)

  • E460 = microcrystalline / powdered cellulose
  • E461 = methylcellulose
  • E463 = hydroxypropylcellulose
  • E464 = hydroxypropyl-methylcellulose
  • E465 = ethylmethycellulose
  • E466 = carboxymethylcellulose, garam sodium (Na)

Keterangan: E460-E466 ini adalah bahan-bahan pengemulsi/penstabil yang berasal dari selulosa (dinding sel tanaman). Statusnya insya Allah halal dikonsumsi.

  • E470 = garam sodium (Na), potassium (P) atau kalsium (Ca) dari asam lemak
  • E471 = mono- dan digliserida dari asam lemak
  • E472 = aneka ester dari mono- dan digliserida dari asam lemak
  • E473 = ester sukrosa dari asam lemak
  • E474 = sukrogliserida
  • E475 = ester poligliserol dari asam lemak
  • E477 = propane-1, 2-diol esters dari asam lemak
  • E481 = sodium stearoyl-2-lactylate
  • E482 = calcium stearoyl-2-lactylate
  • E483 = stearyl tartrate

Keterangan:
E470-E483 adalah bahan-bahan pengemulsi/penstabil dari aneka senyawa garam atau ester dari asam lemak. Status kehalalannya tentu tergantung asal lemak yang dipakai. Jika ia berasal dari lemak nabati, maka ia halal dikonsumsi. Namun, jika ia berasal dari lemak hewan haram (babi) atau hewan halal yang tidak disembelih secara syar’i, maka ia haram dikonsumsi.
 

BAHAN PEMANIS (SWEETENERS):

  • E420 = sorbitol
  • E421 = mannitol
  • E422 = glycerol

Keterangan:
E420-E422 adalah senyawa-senyawa turunan alkohol dari gula/karbohidrat. Secara umum statusnya halal.

Gliserol (orang Amerika menyebutnya gliserin) ada yang dihidrolisis dari lemak hewani. Oleh karena itu, status kehalalan gliserol/gliserin tergantung dari status kehalalan lemak yang dipakai. Jika ia dihidrolisis dari lemak nabati, maka ia halal dikonsumsi. Namun, jika ia dihidrolisis dari lemak hewan haram (babi) atau lemak hewan halal yang tidak disembelih secara syar’i, maka ia haram dikonsumsi.
 

SENYAWA LAIN-LAIN:

  • E440a = pectin (pektin)
  • E440b = amidated pectin

Keterangan:
E440a dan E440b ini adalah bahan-bahan pengemulsi/penstabil yang berasal dari karbohidrat bukan pati (NSP; non-starch polysaccharide) pectin dan turunannya (serealia/gramineae). Statusnya insya Allah halal.

  • E450 a,b,c = sodium dan potassium phosphates dan polyphosphates (fungsinya macam-macam. Insya Allah halal).
     

BAHAN TAMBAHAN PANGAN TANPA AWALAN HURUF E:

  • 107 = bahan pewarna kuning Yellow 2G
  • 128 = bahan pewarna merah Red 2G
  • 133 = bahan pewarna biru Brilliant blue FCF
  • 154 = bahan pewarna cokelat Brown FK
  • 155 = bahan pewarna cokelat Brown HT
  • 234 = bahan pengawet Nisin
  • 262 = sodium acetate
  • 296 = malic acid (asam malat)
  • 297 = fumaric acid (asam fumarat)
  • 350 = sodium malate (sodium/natrium malat)
  • 351 = potassium malate (kalium/potassium malat)
  • 352 = calcium malate (kalsium malat)
  • 353 = metataric acid (asam metatarat)
  • 355 = adipic acid (asam adipat)
  • 363 = succinic acid (asam suksinat)
  • 370 = 1, 4 - heptono lactane
  • 375 = nicotinic acid (asam nikotinat)
  • 380 = triammonium citrate
  • 381 = ammonium ferric citrate
  • 385 = calcium disodium EDTA

Keterangan: 296-385 adalah aneka senyawa asam dan garamnya dengan fungsi yang bermacam-macam. Statusnya insya Allah halal.

  • 416 = karaya gum (bahan pengemulsi/penstabil. Insya Allah halal)
  • 430 = polyoxyethane (8) stearate
  • 431 = polyoxyethane (40) stearate
  • 432 = polyoxyethane (20) sorbitan / polysorbate 20
  • 433 = polyoxyethane (20) sorbitan mono-oleate / polysorbate 80
  • 434 = polyoxyethane (20) sorbitan monopalmitate / polysorbate 40
  • 435 = polyoxyethane (20) sorbitan monostearate / polysorbate 60
  • 436 = polyoxyethane (20) sorbitan tristearate / polysorbate 65
  • 476 = polyglycerol esters of polycondensed esters of caster oil
  • 478 = lactylated fatty acid esters of glycerol and propane-1, 2-diol
  • 491 = Sorbitan monostearate
  • 492 = Sorbitan tristearate
  • 493 = Sorbitan monolaurate
  • 494 = Sorbitan mono-oleate
  • 495 = Sorbitan monopalmitate

Keterangan: 430-495 ini adalah aneka bahan pengemulsi/penstabil yang berasal dari asam lemak. Oleh karena itu, status kehalalannya tergantung pada status kehalalan lemak yang dipakai. Jika ia dihidrolisis dari lemak nabati dan murni lemak nabati (tidak dicampur lemak non-halal), maka ia halal dikonsumsi. Namun, jika ia dihidrolisis dari lemak hewan haram (babi) atau lemak hewan halal yang tidak disembelih secara syar’i, maka ia haram dikonsumsi.

  • 500 = sodium carbonate/sodium bicarbonate
  • 501 = potassium carbonate/potassium bicarbonate
  • 503 = ammonium carbonate
  • 504 = magnesium carbonate
  • 507 = hydrochloric acid
  • 508 = potassium chloride
  • 509 = calcium chloride
  • 510 = ammonium chloride
  • 513 = sulphuric acid
  • 514 = sodium sulphate
  • 515 = potassium sulphate
  • 516 = calcium sulphate
  • 518 = magnesium sulphate
  • 524 = sodium hydroxide
  • 525 = potassium hydroxide
  • 526 = calcium hydroxide
  • 527 = ammonium hydroxide
  • 528 = magnesium hydroxide
  • 529 = calcium oxide
  • 530 = magnesium oxide
  • 535 = sodium ferrocyanide
  • 536 = potassium ferrocyanide
  • 540 = dicalcium ferrocyanide
  • 541 = sodium aluminium phosphate

Keterangan:
Senyawa-senyawa dengan nomer 500-504 (senyawa asam dan garam dari karbonat), 507-510 (senyawa asam dan garam dari HCl), 513-518 (senyawa asam dan garam dari H2SO4), 524-530 (senyawa alkali), 535-541 (senyawa garam) ini memiliki berbagai macam fungsi/kegunaan. Semua senywa tsb statusnya insya Allah halal.

  • 542 = edible bone phosphate (bone-meal).
  • 544 = calcium polyphosphates
  • 545 = ammonium polyphosphates

Keterangan:
542-545 adalah anti-caking agent atau bahan anti gumpal. Tepung tulang (542) dan kalsium polifosfat (544) ini statusnya syubhat (namun cenderung haram) karena umumnya berasal dari hewan haram (babi) atau hewan halal yang tidak disembelih secara syar’i. Jika berasal dari mineral tambang (mine) atau arang kayu tanaman (charcoal), statusnya halal.
Amonium polifosfat insya Allah halal.

  • 551 = silicon dioxide (silica salt)
  • 552 = calcium silicate
  • 553 = magnesium silicate / magnesium trisilicate (talc)
  • 554 = aluminium calcium silicate
  • 556 - aluminium calcium silicate
  • 558 = bentonite
  • 559 = kaolin (aluminium silicate)

Keterangan:
551-554 dan 558-559 insya Allah halal. Senyawa garam silica ini bukan dari produk hewani.
556 syubhat karena bahan ini berikatan dengan kalsium yang berstatus syubhat. Kalau kalsiumnya berasal dari tanaman atau bahan tambang, maka statusnya halal. Kalau dari hewan haram (babi) atau hewan halal yang tidak disembelih secara syar’i, maka statusnya haram.

  • 570 = stearic acid (asam stearate)
  • 572 = magnesium stearate

Keterangan:
570 dan 572 dibuat dari turunan lemak, maka statusnya syubhat. Jika berasal dari lemak nabati, maka ia halal. Namun, jika berasal dari lemak hewan haram atau lemak hewan halal yang tidak disembelih secara syar’i, maka statusnya haram.

  • 575 = glucono delta-lactone
  • 576 = sodium gluconate
  • 577 = potassium gluconate
  • 578 = calcium gluconate

Keterangan: 575-578 insya Allah aman (halal).

  • 620 = L-glutamic acid

Keterangan:
Penyedap masakan ini statusnya syubhat. Ia halal jika dibuat dari protein tanaman dan haram jika dibuat dari protein hewan haram atau hewan halal yang tidak disembelih secara syar’i.

  • 621 = monosodium glutamate (MSG; mononatrium glutamate)
  • 622 = monopotassium glutamate
  • 623 = calcium glutamate

Keterangan:
Penyedap-penyedap masakan ini (621-623) statusnya syubhat. Ia halal jika dalam pembuatannya tidak dikulturkan pada bangkai hewan atau bangkai hewan haram (babi), namun pada media halal. Istilah bangkai itu dipakai untuk menyebut daging hewan yang matinya bukan karena disembelih secara syar’i.

  • 627 = sodium guanylate
  • 631 = sodium inosinate

Keterangan: Kedua penyedap masakan ini statusnya insya Allah halal.

  • 636 = maltol
  • 637 = ethyl maltol
  • 900 = di-methyl-polysiloxane

Keterangan: Penyedap-penyedap masakan ini (636, 637, 900) statusnya syubhat. Ia halal jika dalam pembuatannya tidak menggunakan tambahan alkohol.

  • 901 = beeswax
  • 903 = carnauba wax

Keterangan: Bahan-bahan pengkilap makanan ini insya Allah halal.

  • 904 = Shellac

Keterangan:
Shellac ini adalah bahan pengkilap makanan yang dibuat dari pori-pori hewan Coccus lacca yang hidup di pohon palas di India dan negara2 lain di Asia Selatan. Ulama berbeda pendapat tentang status kehalalan shellac.

  • 905 = mineral hydrocarbons
  • 907 = Refined microcrystalline wax

Keterangan: Bahan-bahan pengkilap ini statusnya syubhat. Ia halal jika dalam prosesnya tidak menggunakan bahan haram.

  • 920 = L-cysteine hydrochloride (L-cystein HCl)

Keterangan: L-cystein HCl (920) ini statusnya syubhat. Jika ia dibuat dari bahan sintetis, namun haram kalau dihidrolisis dari rambut manusia atau bulu hewan (haram).

  • 924 = potassium bromate (halal)
  • 925 = chlorine (halal)

Sumber diatas di ambil (Copy) Dari Link http://u.to/hWLTEA yang ditulis oleh:

Penulis:
Nanung Danar Dono
PhD student at College of Medical, Veterinary, and Life Sciences
University of Glasgow
Glasgow, Scotland, UK

Semoga Penulis diberikan Pahala atas penyampaian ilmu tentang E-numbers / E-Codes / E Kode pada kemasan produk makanan. Apabila hasil tulisan berliau salah mohon dimaafkan karena manusia itu memiliki hal kekurangan dan beritau beliau atas kesalahan.

Allah Azza wa Jalla berfirman:

ۘ وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya [al-Mâidah/5:2]

Sumber: https://almanhaj.or.id/2800-perintah-untuk-saling-menolong-dalam-mewujudkan-kebaikan-dan-ketakwaan.html

Semoga artikel tentang Apa itu E Kode (E-numbers) ? Kode Nomor pada Produk Makanan.Bermanfaat bagi pembaca dan tidak mudah percaya dalam berita hoax serta sebagai referensi sebelum mempercayai suatu berita yang berkaitan dengan Makanan. Apalagi kita sebagai seorang muslim pastinya ingin memakan makanan yang Halal dan baik bagi tubuh.

TAMBAHAN (UPDATE):

Keterangan: gelatin statusnya ini syubhat, Terdapat dua jenis gelatin.
Gelatin ‘Type A’ kebanyakannya didapati dari kulit babi.
Gelatin ‘Type B’ pula didapati dari tulang-tulang dan kulit-kulit haiwan ‘bovine’ seperti lembu, kambing dan kerbau.
Gelatin telah menjadi isu hangat bagi seluruh penduduk dunia termasuk orang-orang Islam, Yahudi, Vegetarian, Buddha dan lain-lain apabila mereka mengetahui sumber gelatin adalah dari tulang-tulang dan kulit-kulit haiwan. Bagi orang-orang Islam, walaupun sumbernya dari binatang yang halal dimakan, mereka harus memastikan bahawa haiwan-haiwan tersebut disembelih oleh orang Islam dan mengikut syariah. (Sumber: http://u.to/1NDTEA)



0 24 0/ 1
Apa itu E Kode (E-numbers) ? Kode Nomor pada Produk Makanan
010

Masyarakat yang salah persepsi terhadap E-numbers (E-codes). Pada umumnya mereka mengira bahwa E-numbers ini adalah ‘kode-kode rahasia’ kandungan lemak babi. Salah persepsi ini bermula dari beredarnya HOAX (berita bohong di internet) yang menyebutkan bahwa E-numbers yang tertulis pada kemasan produk makanan itu adalah kode rahasia bahan baku pangan yang mengandung lemak babi.



Tida Ada Komentar

Jadikan anda yang Pertama memberikan komentar tentang tulisan ini

avatar
Menambahkan komentar silahkan login atau daftar terlebih dahulu.
DAFTAR | MASUK