BIJI APEL MENGANDUNG SIANIDA, BERBAHAYAKAH?

Apel merupakan buah yang paling diminati oleh sebagian orang, namun sedikit yang mengetahui kandungan pada biji apel itu tersebut. Belakangan tersebar informasi bahwa biji apel mengandung sianida,

2018-07-26370.0 / 0

Perkiraan artikel ini membutuhkan Menit dengan membaca Kata.

Apel merupakan buah yang paling diminati oleh sebagian orang, namun sedikit yang mengetahui kandungan pada biji apel itu tersebut. Belakangan tersebar informasi bahwa biji apel mengandung sianida, yang tentunya membuat sebagian masyarakat pecinta apel merasa khawatir. Namun apabila dimakan dengan benar dan tidak mengunyah biji apel tersebut, maka kemungkinan terkontaminasi dengan sianida sangatlah kecil bahkan tidak sama sekali.

Buah apel bisa dikatakan salah satu buah yang paling diminati oleh masyarakat. Selain rasanya yang manis, apel juga mempunyai segudang manfaat untuk tubuh. Namun tahukah anda dibalik kenikmatan dan manfaat dari buah apel, biji dari buah tersebut rupanya mengandung amygdalin.

Amygdalin merupakan zat yang dapat mengeluarkan sianida ketika terjadi kontak dengan enzim pencernaan manusia. Amygdalin sendiri adalah racun glikosida yang dapat memproduksi hidrogen sianida, apabila dikombinasikan dengan enzim gastrointestinal/pencernaan. Meski begitu, keracunan akut yang disebabkan oleh biji apel adalah kasus yang sangat jarang sekali terjadi.

Amygdalin sendiri tak hanya terdapat pada buah apel, namun juga pada biji buah aprikot, biji buah persik, plus dan juga almond. Dibandingkan dengan apel, biji buah yang memiliki zat amygdalin lebih besar adalah biji pada buah aprikot dan biji buah persik.

Apakah memakan buah apel dapat menyebabkan keracunan sianida?

Tentu masyarakat Indonesia sudah mendengar bahwa sianida menjadi racun yang mematikan. Sianida sendiri mempunyai sejarah yang panjang untuk digunakan pada perang kimia dan bunuh diri masal. Lantas bagaimana dengan sianida yang terdapat pada biji apel? Faktanya adalah zat amygdalin yang terdapat pada biji apel sangatlah sedikit. Selain itu, untuk mengubahnya menjadi sianida, penikmat buah apel haruslah mengunyah terlebih dahulu biji apel tersebut.

Jika terkunyah hanya sedikit, tentu tidak masalah. Jumlah yang kecil dapat langsung didetoksifikasi oleh enzim yang terdapat dalam tubuh. Dalam jumlah kecil, tubuh bisa mengubah sianida menjadi tiosianat, yang tidak berbahaya dan bisa dikeluarkan oleh urin. Jumlah yang sedikit justru bisa bermanfaat untuk menjaga kesehatan saraf dan sel darah merah, jika dikombinasikan dengan zat kimia lain yang dapat membentuh vitamin B12.

Tetapi, pendapat berbeda diungkapkan Agency for Toxic Substances & Disease Registry, yang dikutip situs Healthline, menurutnya jumlah yang minim pun tetap berbahaya. Terkontaminasi sianida dapat menyebabkan kerusakan jantung, dan otak, bahkan koma, dan kematian.

Jika Anda memakannya dalam jumlah besar, tentunya akan berbahaya. Sianida dalam jumlah besar dapat mengikat fungsi sel-sel darah yang membawa oksigen, karena zat ini mampu masuk dengan cepat ke dalam aliran darah. Dalam sekejap, sel akan kekurangan oksigen dan tentunya sel menjadi mati. Racun sianida akan menyerang jantung, sistem pernapasan, dan sistem saraf pusat.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention, yang dikutip situs Healthline, dosis sianida yang dapat mengakibatkan kondisi fatal adalah sekitar 1-2mg/kg, atau kira-kira Anda harus memakan sekitar 200 biji apel, atau 20 bagian tengah buah apel. Dengan pro dan kontra yang ada, sebaiknya biji apel tidak perlu dimakan, selain untuk berhati-hati, rasanya juga pahit. Tentu lebih baik, Anda memakan daging apelnya saja, yang menyegarkan dan menyehatkan.

Bagaimana cara mengatasi keracunan sianida?

Keracunan sianida dapat diobati dengan tenaga medis professional. Biasanya pasien diberikan oksigen. Menghirup udara segar bisa menjadi salah satu langkah mengatasinya. Natrium nitrit dan natrium tiosulfat biasanya digunakan untuk menghentikan efek dari keracunan. Gejala serius membutuhkan pertolongan medis dengan segera, sebab pasien dapat menyebabkan kehilangan kesadaran.

CATATAN : Racun biji apel berbahaya jika dikonsumsi berlebihan. Sekitar 200 biji apel digiling, dapat menghasilkan sianida yang berakibat fatal pada tubuh manusia. Jumlah pasti biji apel bisa merancuni seseorang, tergantung pada berat badannya. Lebih tepatnya, 0,5 mg sampai 3,5 mg sianida per kilogram tubuh manusia bisa beracun. Hal tersebut juga tergantung pada toleransi individu dan jenis apel yang dikonsumsi. Perlu diketahui bahwa, 1 gram biji apel yang ditumbuk halus atau dikunyah mengandung 0,06-0,24 mg sianida.

sumber: https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/701676236831581/

Apel, sianida

Punya Masalah

Silahkan tuangkan masalah ada disini

Buat Diskusi Forum Komentar dibawah
Back to Top