Obat-obatan yang Dapat Menyembuhkan atau Meringankan Seorang HIV

HIV (Human Immunodeficiency Virus) merupakan salah satu penyakit yang menjadi momok menakutkan hingga saat ini karena obat untuk menyembuhkannya belum ditemukan hingga saat ini. Lalu bagaimana jika seseorang menderita HIV?

2017-12-105535.0 / 1

Perkiraan artikel ini membutuhkan Menit dengan membaca 633 Kata.

HIV (Human Immunodeficiency Virus) merupakan salah satu penyakit yang menjadi momok menakutkan hingga saat ini karena obat untuk menyembuhkannya belum ditemukan hingga saat ini. Lalu bagaimana jika seseorang menderita HIV? Tidak adakah obat-obatan yang bisa menolongnya? Bagaimana cara mencegah penularan penyakit ini? Berikut ulasannya.

HIV merupakan penyakit yang diakibatkan oleh virus HIV. Virus ini menyerang sistem pertahanan tubuh sehingga pertahanan tubuh menjadi lemah dan tubuh menjadi mudah terserang penyakit. Banyak orang yang masih salah paham antara HIV dan AIDS, keduanya sering disamaratakan, padahal sejatinya tidaklah demikian.Seseorang dikatakan menderita HIV saat dia terjangkit virus HIV meskipun tanpa gejala, sedangkan AIDS merupakan kondisi dimana seseorang yang menderita HIV dan mengalami infeksi tambahan akibat penyakit HIV yang dideritanya. Infeksi tambahan pada pasien HIV ini disebut infeksi oportunistik, infeksi ini dapat berupa batuk yang tak kunjung sembuh, diare berkepanjangan, penyakit kulit sarkoma kaposi, pneumonia, kebutaan, gangguan persarafan dan berbagai infeksi lainnya. AIDS dapat terjadi pada seseorang yang menderita HIV dan jumlah CD4 yang ada di dalam tubuhnya sudah sangat rendah. CD4 merupakan bagian utama dari sistem pertahanan tubuh atau imunitas yang diserang oleh virus HIV.

Obat HIV AIDS

Hingga saat ini para ilmuwan dan peneliti masih berjuang keras menemukan obat untuk menyembuhkan para penderita HIV dan AIDS. Memang obat HIV AIDS belum bisa ditemukan hingga saat ini, tetapi kabar baiknya saat ini telah ditemukan obat yang dapat meringankan gejala pada seseorang yang menderita HIV AIDS dan dapat memperpanjang lama hidupnya. Obat tersebut merupakan obat anti retro viral yang lebih dikenal dengan ARV. ARV ini dapat menekan jumlah virus HIV yang berkembang biak di dalam tubuh sehingga kadar CD4 tidak terlalu sedikit. Jika kadar CD4 tidak terlalu sedikit maka pertahanan tubuh tidak terlalu lemah sehingga komplikasi ke arah infeksi oportunistik dapat diminimalisasi. Sayangnya obat ARV ini belum mampu mematikan seluruh virus yang ada di dalam tubuh penderita HIV AIDS hingga sembuh total, tetapi obat ini terbukti efektif untuk mempertahankan imunitas dan menekan jumlah virus di dalam tubuh.

Obat HIV AIDS juga memiliki aturan khusus dalam meminumnya.Obat ini harus diminum tepat waktu, tanpa telat semenitpun agar obat dapat memberikan efek yang maksimal. Obat ini tidak dijual bebas di pasaran, obat ini bisa didapatkan melalui rumah sakit atau poli yang khusus untuk rawat jalan pasien HIV. Untuk mendapatkan obat ARV ini juga diperlukan pendataan khusus, jadi sebelum obat habis biasanya penderita harus indent terlebih dahulu karena jumlah obat ini sangat terbatas.

Bagaimana Cara Mencegah Penularan HIV AIDS?

Selama ini masyarakat masih sangat paranoid terhadap penyakit HIV AIDS dan menciptakan stigma negatif pada para penderitanya. Bahkan ada beberapa penderita HIV yang disisihkan dari keluarga atau rekan-rekannya karena stigma negatif dan takut tertular. Sebenarnya HIV AIDS tidaklah menular semudah penularan flu atau batuk. Penyakit HIV AIDS hanya akan menular jika terjadi kontak cairan tubuh seperti sperma, darah, cairan vagina, atau air susu ibu (ASI). Jadi penyakit HIV tidak akan ditularkan melalui kontak sosial seperti berjabat tangan, bertatap muka, atau berpelukan. Untuk mencegah penularan maka dapat dilakukan beberapa langkah berikut ini:

1. Hindari melakukan hubungan seksual dengan penderita HIV. Jika penderita HIV memiliki suami/istri yang terbukti negatif pada pemeriksaan HIV maka saat melakukan hubungan seksual harus menggunakan kondom.

2. Bagi Ibu yang menderita HIV disarankan untuk tidak melakukan persalinan pervaginam karena dapat menularkan penyakit HIV pada bayi yang dilahirkannya karena adanya kontak darah saat terjadinya robekan jalan lahir. Bagi ibu hamil yang menderita HIV maka proses persalinannya akan dilakukan secara sectio sesaria untuk mengurangi risiko penularan pada janin. Selain itu, ibu juga tidak diperbolehkan untuk menyusui bayinya agar virus HIV tidak menular melalui ASI.

3. Saat melakukan transfusi darah pastikan donor darah bebas HIV atau pilih darah yang telah melalui proses screening dan dinyatakan bebas HIV atau penyakit lainnya.

Demikian ulasan mengenai obat HIV AIDS yang dapat menyembuhkan atau meringankan seseorang yang menderita HIV serta cara mencegah terjadinya penularan penyakit HIV. Semoga bermanfaat.

aids, HIV, virus

Punya Masalah

Silahkan tuangkan masalah ada disini

Buat Diskusi Forum Komentar dibawah
Back to Top